Monday, February 18, 2008

Bergaul dengan Pengumpul

Setelah sekian lama berusaha mencari responden perusahaan AMDK (air minum dalam kemasan) yang tak kunjung berhasil, akhirnya thesis si gw punya sedikit titik ruang. Sang pembimbing mendapatkan dana riset di bidang green logistic/reverse logistic, yang mau tidak mau melibatkan diriku sebagai bimbingannya.

Setelah berkonsultasi, akhirnya diputuskan untuk merubah haluan alur green supply chain, yang tadinya dimulai dari produsen menjadi dimulai di pemulung/pengumpul yang terus naik ke bandar lalu ke pabrik daur ulang menjadi produk plastik yang lain.
Akibat dari hal ini adalah, si gw harus muter2 bandung tuk nyari n ngewawancarai pengumpul/pemulung botol/gelas plastik bekas kemasan AMDK. Pertama saya aga sedikit khawatir, karena apa, kita tahu sendiri bahwa orang2 yang berprofesi sebagai pengumpul/pemulung itu rata2 hidup di bawah garis kemiskinan, dan tentu saja mungkin nanti akan sedikit sulit untuk mewawancarainya karena 1. belom tentu mereka mau diganggu waktu bekerjanya, 2. belom tentu mereka mau memberikan suaranya untuk direkam, dll.

Tapi kekhawatiran itu sedikit hilang ketika sang pembimbing memberi pencerahan dengan akan memberikan sedikit uang lelah untuk pengumpul yang diwawancara.Akhirnya mulailah berkelana keliling bandung mencari pengumpul ataupun pergi ke TPS2, sampai saat tulisan ini dibuat si gw baru berhasil mewawancarai 7 orang pengumpul dari daerah sukasenang, padasuka, taman cibeunying, cipaganti, dan tamansari.

Ada beberapa hal yang ingin si gw sampein di sini, bekerja sebagai pengumpul/pemulung itu bukan kerja yang ringan, apalagi saat ini. Berdasarkan pengakuan mereka, saat ini persaingan mengumpulkan botol/gelas plastik susah karena semakin banyak saingan (dalam kata lain semakin banyak orang yang menggeluti profesi ini).Pendapatan sebagai pengumpul/pemulung sangat pas2an, jadi ketika si gw memberikan uang lelah yang dititipkan oleh sang pembimbing mereka sangat senang dan bahagia, itung2annya uang lelah itu sama dengan pendapatan mereka menjual botol plastik selama satu hari (satu hari mereka bisa mengambil 3 kg (ini kl lg beruntung) botol/gelas plastik bekas dengan harga jual Rp. 2500 - 3000/kg.


Sgitu aja dulu deh laporan si gw, mungkin kedepannya perjalan thesis ini akan semakin lancar.. (doakan yaa).

*Saatnya pindah ke mode turbo :D*

2 comments:

kharistya said...

oooh green supply chain, dari pengumpul botol air kemasan...

bagus tuh klo buat usaha ..hheehhee.

tapi ternyata saingannya banyak ya?

belgaman said...

kl punya modal gede sih, masih bisa bersaing ru. soalnya produksi air minum dalam kemasan tidak berkurang, bahkan sekarang cenderung muncul perusahaan2 baru di industri amdk, dengan kata lain, akan semakin banyak kemasan yang dibuang dan tentunya bisa dikumpulkan :D